Beranda / Uncategorized / Diduga Mafia Solar Kembali Berulah di SPBU Tombatu, Sopir Resah dan Minta APH Bertindak

Diduga Mafia Solar Kembali Berulah di SPBU Tombatu, Sopir Resah dan Minta APH Bertindak

Diduga Mafia Solar Kembali Berulah di SPBU Tombatu, Sopir Resah dan Minta APH Bertindak Tegas


MITRA – Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali mencuat di SPBU Tombatu. Seorang oknum bernama Kamang, yang disebut-sebut dibantu oleh ayahnya yang kerap disapa “Bulan”, diduga kembali membuat keributan dan mengganggu aktivitas pengisian BBM.


Berdasarkan keterangan sejumlah sopir di lokasi, aksi tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, oknum yang sama juga sempat membuat keributan hingga berujung pada perusakan fasilitas SPBU, termasuk dispenser BBM.
“Ini sudah yang kedua kalinya. Kami sebagai sopir sangat terganggu karena yang bersangkutan sering membuat onar, bahkan terkesan ingin menguasai solar di SPBU,” ujar salah satu sopir yang enggan disebutkan namanya.


Para sopir mengaku khawatir situasi ini dapat memicu konflik yang lebih besar dan berpotensi menimbulkan korban jika tidak segera ditangani oleh aparat penegak hukum (APH).
Secara hukum, tindakan perusakan fasilitas umum dapat dijerat dengan Pasal 406 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang perusakan barang, dengan ancaman pidana penjara maksimal 2 tahun 8 bulan. Selain itu, jika terbukti adanya praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi, pelaku dapat dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman pidana penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp60 miliar.


Tak hanya itu, dugaan pelanggaran prosedur operasional standar (SOP) di SPBU juga menjadi sorotan. Jika terbukti, pengelola SPBU dapat dikenai sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha sesuai ketentuan yang berlaku dari PT Pertamina (Persero).
Para sopir berharap pihak kepolisian segera turun tangan untuk menindak tegas oknum yang meresahkan tersebut. Mereka juga meminta pihak Pertamina melakukan audit dan pengawasan ketat terhadap operasional SPBU Tombatu guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.


“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” tambah sopir lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai insiden tersebut.

(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *